“Strategi peningkatan sumber daya manusia harus berorientasi pada dua kata kunci yakni adaptif dan berbudaya. Adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan global, namun tetap menjaga identitas budaya Minangkabau sebagai kekuatan dan pembeda di tingkat global,” katanya.
Mahyeldi juga menyebut capaian pembangunan manusia di Sumbar terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia Sumbar mencapai 77,27 atau meningkat 0,84 poin dibanding tahun sebelumnya dan menempatkan Sumbar pada peringkat keenam nasional.
Konferensi internasional ICOF 2026 menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Australia, Arab Saudi, serta akademisi nasional dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi Zainal Abidin, Ketua Yayasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi Windasnofil, Rektor Universitas Fort De Kock Evi Hasnita, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Aklima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Andrian, CEO Putra Specialist Hospital Melaka beserta jajaran, serta para rektor perguruan tinggi mitra dan peserta seminar internasional. (000/adpsb)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






