Gunakan Listrik PLN 555 kVA, Pabrik Jagung Kinali Mampu Produksi 50 Ton per Hari

Hadir dalam pertumbuhan ekonomi, PLN siap dukung pertumbuhan bisnis dan industri di Sumatera Barat, termasuk di Pasaman Barat. (Foto: PLN Sumbar/SumbarFokus.com)

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Hadir dalam pertumbuhan ekonomi, PLN siap dukung pertumbuhan bisnis dan industri di Sumatera Barat, termasuk di Pasaman Barat. Salah satunya dengan melakukan penyambungan cepat dan konsisten memberikan pelayanan prima ke lokasi bisnis dan industri.

Bacaan Lainnya

Sebagai sentra produksi jagung di Provinsi Sumatera Barat, Pasaman Barat kini telah memiliki pabrik pengolahan jagung skala industri. Pabrik jagung ini berlokasi di Kinali Pasaman Barat, merupakan kepemilikan Pemprov Sumbar yang baru saja dibangun pada 2023 lalu.

PLN gerak cepat lakukan penyambungan listrik baru ke pabrik jagung Kinali, Rabu (28/2/2024). Pabrik jagung ini menjadi pelanggan PLN dengan daya 555 kVA. Richardo, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat menuturkan, dengan menggunakan listrik PLN, pabrik jagung Kinali mampu produksi hingga 50 ton olahan jagung per hari.

Pabrik jagung ini, sampai Richardo, menggunakan mesin skala besar serta canggih. Hal ini selain untuk meningkatkan jumlah produksi juga memberikan nilai tambah kualitas olahan jagung. ‘’Dengan mesin yang berkualitas, hasil yang didapat akan lebih banyak dan lebih baik. Kami ingin petani jagung di Provinsi Sumatera Barat lebih sejahtera dengan hadirnya pabrik ini,’’ sampainya kemudian.

Richardo lantas berterima kasih kepada PLN atas gerak cepatnya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. ‘’Dari survei awal hingga penyambungan listrik, kami sangat terbantu oleh PLN. Pelayanannya pun cepat, sangat memuaskan. Saya percaya PLN dalam mengawal setiap kendala terkait suplai kelistrikan,’’ lanjutnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar Eric Rossi Priyo Nugroho menuturkan, PLN siap mengawal pertumbuhan bisnis dan industri Pasaman Barat dengan ketersediaan listrik yang andal. ‘’Maka mari sambung listriknya, kemudian jalankan bisnis dan industri Bapak Ibu dengan tenang,’’ sampainya.

Eric berharap, ke depannya semakin banyak pabrik-pabrik lainnya yang mengikuti langkah pabrik jagung Kinali untuk bergabung dengan PLN. ‘’Karena masih ada yang menggunakan pembangkit mandiri berbahan bakar solar. Sangat disayangkan, sementara ketersediaan daya listrik di Sumatera Barat cukup dan andal dalam mendukung bisnis dan industri,’’ lanjutnya. (000/UID-Sumbar)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait