Dia menjelaskan, semangat kebangkitan yang lahir pada 1908 menjadi titik perubahan perjuangan bangsa Indonesia dari perlawanan fisik menuju perjuangan melalui pendidikan, organisasi, intelektual, dan diplomasi.
Menurutnya, semangat tersebut harus terus dijaga dan diterjemahkan sesuai tantangan zaman.
Pri Gustari menilai, kebangkitan nasional saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan merebut kemerdekaan, tetapi juga keberanian menghadapi ketertinggalan dan tantangan modern.
“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang terus menyesuaikan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” katanya.
Dia mengatakan, momentum Harkitnas juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh insan PT Semen Padang untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, inovasi, produktivitas, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Semen Padang menegaskan komitmennya mendukung pembangunan melalui sektor industri, sosial, dan pengembangan SDM.
Dalam kesempatan itu, Pri Gustari juga mengajak seluruh karyawan menjaga disiplin kerja, loyalitas, serta budaya keselamatan kerja atau safety sebagai prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan kerja bukan sekadar aturan, tetapi komitmen bersama agar seluruh insan perusahaan dapat bekerja dengan aman dan selamat,” ujarnya.
Dia optimistis, dengan kerja keras, budaya safety, dan semangat kebersamaan, PT Semen Padang akan terus tumbuh lebih kuat di tengah persaingan industri nasional maupun global.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






