Video Ferdians mungkin berakhir dalam hitungan menit. Namun, percakapannya tidak. Di kolom komentar, pertanyaan-pertanyaan muncul berseliweran. Para netizen memberi tanggapan berupa guyonan, doa kesehatan untuk sang polisi, berterima kasih, sampai memuji berupa ungkapan seperti “yang ke 2 Pak, Bapak idola saya,” tulis akun @Anjas728.
Fenomena serupa juga terlihat di akun-akun anggota Polri lainnya. Masyarakat tak lagi sekadar menonton. Mereka bertanya, berdiskusi, atau meminta penjelasan ketika sebuah persoalan hukum menjadi perhatian publik. Sosok polisi di ranah media sosial seperti menjadi influencer tersendiri bagi warganet.
Di antara nama yang populer dan kerap ditandai warganet di kolom-kolom komentar adalah sosok yang dikenal dengan panggilan David Wewe. David Wewe tampil sebagai sosok dengan gaya bicara yang lugas, ia mengajak warganet mengikuti perjalanan pengungkapan berbagai kasus kriminal, seperti pencurian kendaraan bermotor, jambret, atau aksi para pelaku kejahatan yang akhirnya berhasil diringkus.
Tak sedikit video David ditonton ratusan ribu bahkan jutaan kali. Akun TikTok @david_wew_official kini diikuti lebih 232 ribu pengikut dengan akumulasi 4,2 juta tanda suka. Namun yang menarik bukan hanya angka-angka itu.
Sering kali di saat sebuah kasus kriminal atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ramai diperbincangkan di media sosial, nama David Wewe kerap muncul di kolom komentar. Warganet menandai akunnya, berharap mendapat perhatian dari sang aparat. Ini menunjukkan fenomena bahwa nama sang aparat muncul dalam pikiran warganet begitu ada isu kejahatan di media sosial.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





