Like, Share, dan Kepercayaan: Wajah Baru Polri di Ruang Digital

Seorang pemuda terlihat antusias menyaksikan tayangan konten di akun TikTok @david_wewe_official. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/SumbarFokus.com)

Menjawab tantangan zaman, merawat kepercayaan publik

Fenomena Ferdians dan David Wewe menunjukkan bahwa ruang komunikasi antara Polri dan masyarakat terus berkembang. Di tengah derasnya arus inforomasi digital, kehadiran anggota Polri di media sosial bukan lagi sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari upaya menjawab tantangan zaman. Ketika masyarakat semakin banyak menghabiskan waktu di ruang digital Polri pun dituntut hadir lebih cepat, lebih komunikatif, dan lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Pandangan ini ditekankan juga oleh Kabid Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat informasi bergerak begitu cepat sehingga Polri tidak boleh tertinggal dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kalau Polri terlambat memberikan informasi, ruang itu bisa saja diisi oleh disinformasi. Karena itu kami harus lebih komunikatif dan proaktif. Media sosial menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan informasi yang benar, memberikan edukasi, sekaligus menjadi cooling system ketika muncul hoaks atau informasi yang dapat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Susmelawati menjelaskan, media sosial juga menjadi ruang bagi Polri untuk menunjukkan akuntabilitas kepada masyarakat. Berbagai tugas kepolisian yang selama ini mungkin tidak banyak diketahui publik, kini dapat disampaikan secara terbuka, sehingga masyarakat memahami bahwa Polri tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau tindak pidana, tetapi juga bekerja setiap hari dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait