“Kami akan mendampingi Pemerintah Kota Padang agar persiapan teknis serta dokumen yang disusun sesuai dengan standar internasional UNESCO,” tegasnya.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan pemerintah pusat.
Menurut dia, Kota Padang memiliki modal budaya yang kuat untuk bersaing di tingkat internasional, mulai dari kekayaan kuliner seperti rendang, sate padang, gulai, hingga tradisi sosial masyarakat seperti makan bajamba dan budaya urang padang jalan barampek.
“Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui dunia,” ujar Fadly.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang pada Februari 2026 lalu yang secara resmi mengalihkan fokus pengembangan ekonomi kreatif Kota Padang dari subsektor seni pertunjukan ke subsektor kuliner.
Dalam audiensi tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yeni Yuliza, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang Wirdanis, Dr. Haris Satria, Ramani mewakili komunitas kuliner lokal, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, serta Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo.
Jika nantinya berhasil masuk jaringan UNESCO Creative Cities Network, Kota Padang akan menyusul sejumlah kota kreatif Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu diakui UNESCO, seperti Pekalongan, Surakarta, Ponorogo, Bandung, Ambon, Jakarta, dan Malang. (003)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






