Dia menilai, berbagai upaya tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus melindungi seluruh petugas yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ririn menegaskan, mempertahankan predikat Zero Accident justru menjadi tantangan yang lebih besar dibandingkan saat pertama kali meraihnya. Oleh karena itu, budaya keselamatan harus terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi, pengawasan pekerjaan, kepatuhan terhadap prosedur, serta kepedulian untuk saling mengingatkan di lingkungan kerja.
“Zero Accident bukanlah tujuan akhir, melainkan komitmen yang harus kami jaga setiap hari. Selama kami memegang teguh prinsip bahwa tidak ada yang lebih utama dari jiwa manusia, maka setiap keputusan dan setiap pekerjaan akan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Dia menambahkan, PLN UID Sumatera Barat akan terus memperkuat implementasi budaya K3 sebagai fondasi utama dalam menjaga keandalan layanan kelistrikan.
“Melalui semangat tersebut, kami akan terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal tanpa mengesampingkan keselamatan insan PLN maupun masyarakat,” katanya.
Penghargaan tersebut sekaligus mempertegas komitmen PLN UID Sumatera Barat untuk terus membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan, sehingga setiap proses pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aman, andal, dan seluruh personel kembali ke rumah dengan selamat setelah menjalankan tugasnya. (000/UID-Sumbar)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





