PASAMAN (SumbarFokus)
Pemerintah Kabupaten Pasaman menilai pelaksanaan Program Unggulan (Progul) “Pasaman Bangkit” selama satu tahun terakhir telah menunjukkan hasil positif dan berjalan sesuai arah pembangunan yang ditetapkan.
Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, evaluasi program tidak hanya berorientasi pada laporan administrasi, tetapi harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Pasaman Bangkit bukan sekadar jargon. Kita ingin setiap rupiah anggaran benar-benar melahirkan perubahan. Harus ada ukuran yang jelas, capaian nyata, dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegas Welly saat konferensi pers capaian satu tahun Pasaman Bangkit, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, berbagai program telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari layanan kesehatan gratis, bantuan pendidikan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga dukungan sektor pertanian dan penciptaan lapangan kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Kabupaten Pasaman turun menjadi 6,02 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,61 menjadi 71,57 dan kini masuk kategori tinggi.
“Penurunan kemiskinan, kenaikan IPM, dan turunnya stunting menunjukkan arah kebijakan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Welly menegaskan, seluruh OPD harus bekerja berdasarkan target yang terukur dan tidak sekadar menjalankan rutinitas tahunan.
“Data dan angka capaian tidak pernah berdusta. Jika seluruh kepala OPD bekerja serius, maka setiap tahun akan terlihat peningkatan pembangunan yang signifikan,” katanya.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





