Wartawan Senior: KPU Sumbar Tidak Pandai Berkomunikasi!

Pejabat dan komisioner KPU Sumbar dinilai tidak bisa berkomunikasi dengan stakeholder atau mitra, terutama pada wartawan. (Foto: Ist/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Pejabat dan komisioner KPU Sumbar dinilai tidak bisa berkomunikasi dengan stakeholder atau mitra, terutama pada wartawan. Hal ini ditegaskan oleh salah seorang wartawan senior di Sumatera Barat, yang juga Ketua Forum Wartawan Parlemen Sumbar, Novrianto, Rabu (10/7/2024).

Bacaan Lainnya

“Itu dibuktikan dengan pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan KPU Sumbar, baik untuk kabupaten/kota maupun provinsi. Wartawan yang biasa mangkal di depan KPU Sumbar kaget ketika melihat sudah terpampang sepanduk besar pelantikan pejabat, namun tidak pernah diberitahukan kalau acara tersebut sudah dirancang jauh hari,” ungkap Ucok, panggilan akrab pria yang dikenal sering vokal dalam setiap diskusi yang melibatkan wartawan ini.

Salah seorang wartawan yang istrinya juga ikut dilantik, menurut Ucok, bahkan mengatakan, bahwa KPU memang tidak butuh berita, baik dalam kegiatan pelantikan maupun lainnya.

Disebut Ucok, ini bukan pertama terjadi, melainkan sudah sering, karena KPU Sumbar memang terkesan sangat tertutup, wajar kalau pemeriksaan BPK selalu ada temuan.

“KPU Sumbar memang tidak pernah terbuka, padahal setiap berita yang kita ekspos, mereka tidak pernah mengeluarkan anggaran, namun Komisioner dan pejabat di lingkungan KPU Sumbar tidak pernah memahami hal tersebut,” tegas Novrianto ‘Ucok’.

Dinilai, yang paling bobrok itu bagian humas, karena tidak pernah berkomunikasi dengan baik, ketika ditanya segala hal, termasuk pelantikan selalu berkelit.

“Humas juga berkelit ketika ditanya kegiatan hari ini, bahkan kegiatan lain juga selalu ditutupi. KPU RI masih bisa dibodohi, seolah-olah kinerja KPU Sumbar sangat baik dan komunikasi dengan berbagai stakeholder lancar-lancar saja, padahal semua itu kamuflase,” lugasnya lagi.

Menurutnya lagi, komisi II DPR RI sudah jelas dan terang benderang menyampaikan kebobrokan KPU Sumbar, dengan contoh kejadian beberapa kabupaten/kota.

“KPU Sumbar merasa, tanpa bantuan wartawan untuk melakukan ekspos tidak masalah, karena mereka bisa melakukan melalui media sosial sendiri. KPU Sumbar memang gak¬†peduli dengan wartawan, karena katanya mereka bisa lakukan ekspos melalui medsosnya sendiri,” pungkas Novrianto. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait