Selain itu, Zigo meminta agar tenaga pendamping desa lebih diprioritaskan penempatannya di wilayah-wilayah yang masih tertinggal dan sangat tertinggal.
“Kami berharap tenaga pendamping desa lebih banyak ditempatkan di desa-desa tertinggal sehingga program pembangunan bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sebagai anggota Banggar DPR RI, Zigo menyatakan mendukung usulan tambahan anggaran yang diajukan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk tahun 2027.
Namun, dia menegaskan tambahan anggaran tersebut harus lebih banyak diarahkan kepada desa tertinggal, desa sangat tertinggal, serta daerah-daerah yang terdampak bencana.
Menurutnya, kebijakan anggaran yang berpihak kepada wilayah tersebut akan mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“Kami berharap pembangunan desa tertinggal menjadi salah satu fokus utama pemerintah ke depan sehingga pembangunan yang merata dan berkeadilan benar-benar dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya. (000)
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





