JAKARTA (SumbarFokus)
Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menyoroti serius persoalan keselamatan perkeretaapian nasional pascatabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Bekasi Timur.
Menurut dia, insiden tersebut menunjukkan masih adanya kelemahan mendasar dalam sistem operasional perkeretaapian Indonesia.
Hal itu disampaikan Zigo usai menghadiri Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB/Basarnas, Korlantas Polri, Ketua KNKT, Direktur Utama PT KAI, dan Direktur Utama PT KCI, Kamis (21/5/2026).
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan perkeretaapian nasional sudah berada pada level yang serius dan kompleks,” kata Zigo.
Dia menjelaskan kecelakaan bermula dari kendaraan mogok di perlintasan sebidang tidak resmi. Namun gangguan awal tersebut berkembang menjadi kecelakaan besar akibat lemahnya integrasi sistem operasional dan komunikasi antarpengendali perjalanan kereta api.
Menurut Zigo, insiden tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor teknis perjalanan kereta, tetapi juga mengindikasikan adanya kelemahan berlapis dalam sistem operasi perkeretaapian nasional.
“Mulai dari pengaturan headway perjalanan, mixed operation antara KAJJ dan KRL, sistem persinyalan, komunikasi pusat kendali, kepadatan lintasan, ketidakpatuhan terhadap GAPEKA, hingga mitigasi keadaan darurat dan pengamanan di lapangan,” ujarnya.
Zigo juga mengungkapkan data Kementerian Perhubungan yang mencatat terdapat 1.058 kecelakaan di perlintasan sebidang dalam tiga tahun terakhir dengan total korban mencapai 955 orang.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






