Bagi sebagian peserta, kisah Dony dianggap menjadi contoh nyata bahwa latar belakang bukan penghalang untuk mencapai posisi penting.
Perjalanan kariernya memang tidak singkat.
Setelah memulai karier dari call center, Dony kemudian berkembang di dunia korporasi dan sempat memimpin sejumlah perusahaan besar di bawah CT Corp milik Chairul Tanjung.
Kini, namanya menjadi salah satu figur penting dalam pengelolaan BUMN dan Danantara Indonesia.
Namun di balik cerita inspiratif tersebut, Dony juga membawa pesan serius terkait masa depan BUMN.
Dia membantah anggapan bahwa perusahaan pelat merah tidak mampu menghasilkan keuntungan besar bagi negara.
Menurutnya, laba BUMN pada 2025 diperkirakan mencapai Rp335 triliun dan berpotensi meningkat menjadi Rp360 triliun pada 2026.
Bahkan, target jangka panjangnya mencapai Rp450 triliun pada 2029.
βTidak benar kalau banyak yang bilang BUMN tidak pernah untung. Itu keliru,β tegasnya.
Dony juga mengungkapkan, hingga kuartal I-2026, BUMN telah menyetorkan pajak sekitar Rp215 triliun atau hampir sepertiga dari total penerimaan APBN.
Selain dikenal sebagai sosok pekerja keras, Dony kini juga menjadi figur yang banyak diperbincangkan publik karena gaya bicaranya yang dinilai tenang, tegas, dan berwibawa.
Di media sosial, tidak sedikit netizen yang menyebut kisah hidupnya sebagai inspirasi bagi anak muda.
Bagi Dony sendiri, perjalanan itu tampaknya belum selesai.
Di tengah tanggung jawab besar mengawal Danantara dan pembenahan BUMN nasional, dia masih membawa pesan sederhana yang terus diulangnya sore itu di Yogyakarta.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.






