FMIPA Unand Gelar Program Pendidikan Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Primata di Kepulauan Mentawai

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan meluncurkan Program Pendidikan Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Primata di Kepulauan Mentawai, Selasa (28/5/2024). (Foto: Ist/SumbarFokus.com)

PADANG (SumbarFokus)

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan meluncurkan Program Pendidikan Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Primata di Kepulauan Mentawai, Selasa (28/5/2024).

Bacaan Lainnya

Peluncuran program dilakukan oleh Dekan FMIPA Dr. Mahdivan Syafwan, ditandai dengan penyerahan poster primata endemik Mentawai ke koordinator lapangan, Sah Putra Adrian, M.Si, sebagai simbol materi pembelajaran.

Program yang direncanakan berjalan dalam periode Juni hingga Oktober 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat lokal, khususnya generasi muda, tentang pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan ancaman kelestarian yang dihadapi oleh primata endemik di Kepulauan Mentawai.

Kegiatan akan dilaksanakan di beberapa sekolah jenjang SD, SLTP, SLTA, dan komunitas masyarakat di Pulau Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan, yaitu tiga SD, tiga SMP, dan dua SMA. Namun, target sekolah dapat berubah menyesuaikan dengan kondidi di lapangan, kemampuan akses dan ketersediaan logistik.

Di samping itu, kegiatan pendidikan juga dilakukan melalui karang taruna di desa sekitar sekolah melalui aktivitas sosial dan olahraga.

Ketua Pelaksana Kegiatan dari Departemen Biologi FMIPA Unand, Dr.Rizaldi, M.Sc mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bagian dari komitmen untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sebagai akademisi dan peneliti FMIPA kita berupaya mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam.

“Seperti yang kita ketahui, Kepulauan Mentawai adalah kawasan dengan tingkat endemisitas primata yang sangat tinggi, namun sayangnya menghadapi berbagai ancaman yang serius seperti perburuan dan perusakan habitat. Primata Mentawai menjadi top priority conservation bagi lembaga konservasi dunia, IUCN. Oleh karena itu, pendidikan konservasi menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan primata yang ada di kawasan tersebut,” katanya.

Dijelaskannya, kegiatan ini difokuskan pada tiga pulau, yaitu Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan,
karena pulau-pulau ini belum memiliki kawasan konservasi yang memadai sementara dua spesies primatanya berbeda dengan yang hidup di Pulau Siberut yang sudah memiliki Taman Nasional.

Diketahui, kegiatan ini dibiayai oleh Fakultas MIPA Unand melalui kerja sama dengan Mandai Nature, sebuah NGO dari Singapura. (000)

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait