Meski menjadi penyumbang utama inflasi pada Mei, harga cabai merah secara kumulatif sejak Januari hingga Mei 2026 masih mencatat deflasi sebesar 33,47 persen.
Selain cabai merah, sejumlah komoditas lain yang turut menyumbang inflasi antara lain bawang merah yang mengalami inflasi sebesar 6,93 persen akibat meningkatnya permintaan dari luar daerah di tengah penurunan produksi di Brebes, Jawa Tengah.
Kemudian, nasi dengan lauk pauk mengalami inflasi sebesar 1,86 persen yang dipicu kenaikan harga bahan baku dan biaya logistik.
Minyak goreng juga mengalami inflasi sebesar 2,49 persen seiring kenaikan harga crude palm oil (CPO) global, meningkatnya kebutuhan biofuel, serta naiknya biaya distribusi dan kemasan.
Selain itu, tarif angkutan udara turut memberikan andil inflasi akibat meningkatnya permintaan perjalanan selama periode libur Iduladha dan kenaikan biaya operasional.
Tekanan inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas.
Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil sebesar 0,13 persen. Selain itu, emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen seiring penurunan harga emas global.
Komoditas lainnya yang turut menahan laju inflasi adalah jengkol dengan andil deflasi 0,03 persen, serta telur ayam ras dan kentang yang masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen karena pasokan yang melimpah di sentra produksi.
Secara wilayah, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kabupaten Pasaman Barat sebesar 1,03 persen, disusul Kota Padang sebesar 0,92 persen dan Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,91 persen.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





