Dari Jerami Menuju Kedaulatan Petani: Sekolah Lapang, SPM, dan Revolusi Ketahanan Pangan di Sungai Gayo Lumpo

Darmini (72) memperlihatkan petak Sawah Pokok Murah-nya dengan sangat bahagia, di Sungai Gayo Lumpo, Pesisir Selatan, Kamis (8/10/2026). Padi yang terlihat telah berusia 15 hari sejak ditanam. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/SumbarFokus.com)

Begitupun dengan Dalwardi, hasil panennya meningkat dari sekitar 5 menjadi 7 hingga 8 karung pada lahannya seluas 20 x 25 meter, dengan biaya turun dari Rp800 ribu menjadi Rp400 ribu pada penerapan awal.

Ketiganya juga mengaku bahwa untuk SPM, modal yang dibutuhkan untuk penerapan tanam berikutnya tidak lagi seperti modal yang dibutuhkan saat awal pertama kali melakukan SPM.

“Modalnya terus menurun, karena kita tidak butuh sewa traktor beli pupuk. Modal menurun, tapi hasil terus meningkat, bahkan dalam setahun bisa melakukan penanaman lebih sering dibandingkan saat bertani secara konvensional,” sebut Dalwardi.

Hasil Menjanjikan, Harga Beras Masih Jadi Tantangan

Bacaan Lainnya

Wali Nagari Sungai Gayo Lumpo Nofinol Edi menjelaskan, dalam pengamatannya, hasil ubinan pada petak ukuran 2,5 x 2,5 meter mencapai 8,4 kilogram pada lahan SPM, dibandingkan 3,4 kilogram pada metode konvensional. Dia juga memperkirakan biaya produksi dapat turun dari Rp11-12 juta menjadi Rp4-5 juta saja per hektare.

Sementara, Kadis Pertanian Pesisir Selatan Hamdi menyebut, produktivitas SPM dilaporkan mencapai 6-7 ton per hektare, sedangkan rata-rata metode konvensional sekitar 5,3 ton per hektare. Meski demikian, pengembangan SPM masih menghadapi kendala berupa ketersediaan jerami. Hal ini menjadi perhatian untuk pengembangan SPM ke depan.
Tantangan lainnya berada di hilir. Beras SPM belum memperoleh harga berbeda dari beras konvensional, meskipun petani merasa terasa menghasilkan produk melalui proses budidaya yang berbeda dan menghasilkan produk yang lebih baik kualitasnya.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait