“Kalau hanya berkutat pada sebuah konsep hitung-hitungan di atas kerjas, dia tidak bisa dirasakan dan dibuktikan. Maka sekolah lapang itu adalah salah satu metode yang memberikan contoh, mengajarkan, melatih, sehingga masyarakat bisa melaksanakan pola tanam seperti SPM,” sebut Arry, saat dijumpai di ruang kerjaya, Kamis (15/10/2026).
Arry juga menilai, Sekolah Lapang DAUN yang dipersembahkan oleh BI Sumbar sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian Sumbar. Apalagi, sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang utama perekonomian daerah, sementara pasokan beras Sumbar juga menjangkau konsumen luar provinsi. Bantuan sarana petanian melalui program PI-KEKDA turut melengkapi dukungan terhadap aktivitas petani di tingkat nagari.
Meningkatkan produksi beras di Sungai Gayo Lumpo, Pesisir Selatan, melalui SPM akan mendorong pada peningkatan ketahanan pangan Sumbar sendiri.
“Pemprov sangat menyokong dan berterima kasih kepada BI Sumbar. Muaranya adalah kesejahteraan petani,” ujar Arry.

Kedaulatan Ekonomi yang Manis bagi Darmini
Bersama SPM, kesejahteraan itu kini memiliki wujud yang dekat dengan hati Darmini. Dari tabungan yang berhasil dikumpulkan berkat hemat biaya tanam sawah dan hasil yang melimpah, ia mampu membayar biaya bimbingan belajar cucunya sebesar Rp12,5 juta, ditambah Rp6,5 juta untuk biaya pemasangan behel salah seorang cucunya yang lain. Betapa bahagianya seorang janda sepuh bisa mengeskpresikan kasih sayang kepada generasi keduanya dengan perasaan yang bebas, berkat kedaulatan ekonomi petani yang berhasil ia rasakan saat ini.
Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.





