Tak Lagi Bertumpu pada Fiskal, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Diaspora Minang Jadi Motor Pembangunan

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi mendorong arah pembangunan Sumbar ke depan tidak lagi bertumpu pada kemampuan fiskal daerah semata. (Foto: DPRD Sumbar/SumbarFokus.com)

Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berbicara soal modal dan keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan nilai sosial dan budaya masyarakat Minangkabau.

Dia menegaskan, persoalan strategis seperti tanah ulayat harus diselesaikan melalui pendekatan musyawarah dan nilai saiyo sakato yang selama ini menjadi kekuatan budaya Minang.

“Kami menyadari, investasi membutuhkan kepastian hukum, kemudahan regulasi, dan dukungan sosial masyarakat. Terkait berbagai persoalan, termasuk tanah ulayat, nilai musyawarah dan saiyo sakato menjadi jalan penyelesaian yang adil dan bijaksana,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Muhidi menambahkan, DPRD Sumbar berkomitmen memperkuat regulasi dan pengawasan guna menciptakan kepastian hukum bagi investor tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat nagari.

“DPRD Provinsi Sumatera Barat akan terus menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan untuk memperkuat kepastian hukum, menciptakan iklim investasi yang sehat, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat nagari,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, Muhidi turut memperkenalkan konsep pembangunan kolaboratif berbasis jaringan yang disebut sebagai model “Bintang Laut”.

Menurutnya, model tersebut menempatkan pembangunan daerah tidak lagi bersifat sentralistik, melainkan dibangun melalui kolaborasi antara nagari, perantau, pemerintah, dan pelaku usaha.

Pola kolaboratif tersebut dinilai akan membuat ekonomi Sumbar lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki daya tahan menghadapi tantangan global.

Selain itu, Muhidi juga mendorong konsep investasi berbasis adat sebagai identitas pembangunan Sumatera Barat.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait