Dari Buruh Bongkar ke Panggung Usaha Tuna: Perjuangan KUB Anugrah Tuna Mandiri Mengubah Nasib Nelayan Bungus

Yohan, teknisi mesin kapal yang merupakan anggota KUB Anugrah Tuna Mandiri, sedang melakukan perbaikan mesin Mitsubishi 4d30, dalam kapal nelayan Bungus yang sedang mengalami kerusakan. (Foto: Dok. Pribadi/SumbarFokus.com)

“Tadinya masyarakat cuma dapat upah bongkar, bongkar kapal tuna, yang tidak seberapa. Sekarang, mereka bisa jadi ikut pemainnya,” imbuh Wiwit tersenyum.

Menurut Wiwit, kelompok tersebut kemudian berkembang hingga memiliki 25 kapal. Pertumbuhan itu memperlihatkan perubahan peran masyarakat lokal, tetapi sekaligus menghadirkan kebutuhan baru. Semakin banyak kapal yang beroprasi, semakin besar pula kebutuhan terhadap modal, perawatan mesin, suku cadang, dan teknisi yang mudah dijangkau.

Laut memang menyimpan peluang. Namun, peluang itu hanya bisa dipertahankan jika kapal mampu beroprasi dan biaya usaha tetap terkendali.

Penasihat KUB Anugrah Tuna Mandiri sekaligus penggagas awal pembentukan kelompok tersebut, Wiwit Aswandi. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/SumbarFokus.com)

 

Bacaan Lainnya

Puluhan Juta Rupiah Dipertaruhkan setiap Perjalanan

Salah seorang anggota KUB sekaligus pemilik kapal, Elfia Fitri (40), mengemukakan, dirinya perlu menyiapkan modal besar untuk satu kali perjalanan melaut sebuah kapal tuna. Untuk satu perjalanan kapal berukuran GT 16, biaya operasional yang dibutuhkan dapat mencapai Rp20-25 juta. Kapal berukuran di atas GT 20 bahkan bisa membutuhkan hingga sekitar Rp30 juta. Biaya itu antara lain mencakup untuk kebutuhan solar, perbekalan awak kapal untuk perjalanan sekitar sepuluh hari, oli, dan berbagai kebutuhan persiapan lainnya.

Kapal tuna tidak selalu memperoleh hasil tangkapan yang sama. Dalam kondisi tertentu, hasilnya dapat berkisar 500 kilogram saja dan bahkan tidak dapat sama sekali, seperti yang pernah dialami ibu tiga anak yang akrab dipanggil Fia itu.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait