Dari Buruh Bongkar ke Panggung Usaha Tuna: Perjuangan KUB Anugrah Tuna Mandiri Mengubah Nasib Nelayan Bungus

Yohan, teknisi mesin kapal yang merupakan anggota KUB Anugrah Tuna Mandiri, sedang melakukan perbaikan mesin Mitsubishi 4d30, dalam kapal nelayan Bungus yang sedang mengalami kerusakan. (Foto: Dok. Pribadi/SumbarFokus.com)

Dampak yang dia lihat juga berkaitan dengan kebiasaan nelayan dalam memilih pelumas. Sebelumnya, menurut dia, sebagian nelayan lebih mengutamakan harga murah daripada kualitas dan kesuaian produk dengan mesin.

Yohan menekankan, dirinya selalu merekomendasikan penggunaan pelumas dari Pertamina, seperti SAE 40. Dia menilai pelumas tersebut lebih awet dibandingkan produk lain yang menjadi pembandingnya dan memenuhi standar untuk mesin diesel.

Yohan, Teknisi Lokal yang Dibutuhkan Nelayan

Setelah mengikuti pelatihan, Yohan dipercaya menjadi teknisi mesin kapal internal KUB Anugrah Tuna Mandiri. Dia tidak hanya melayani kapal anggota kelompok, tetapi juga membantu kapal tuna lain yang bersandar di PPS Bungus.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, menurut Wiwit, teknisi dari luar daerah, termasuk dari Makassar, pernah didatangkan untuk menangani kebutuhan perbaikan kapal. Kini, kelompok nelayan memiliki orang lokal yang dapat dihubungi ketika kapal bermasalah teknis.

“Tadinya, teknisi kapal itu orang Makassar yang didatangkan ke sini, sekarang sudah ada orang sini yang memegang kapal kita. Orang Lubuk Alung itu,” kata Wiwit.

Sementara, bagi Fia, teknisi yang berada di sekitar pelabuhan membuat penanganan lebih mudah. Nelayan tidak harus selalu menunggu teknisi dari pusat kota, meskipun waktu pengerjaan tetap bergantung pada tingkat kerusakan.

“Teknisi kita tinggal di daerah sini. Standby di sini. Penanganan lebih cepat. Meski rusak satu, tetap dikerjakan. Berbeda dengan mekaniuk luar. Kita bisa menunggu lama,” ujar Fia.

Dapatkan update berita lebih cepat dengan mengikuti Google News SumbarFokus.com. Klik tanda bintang untuk mengikuti.



Pos terkait